Sejarah Gereja Baptis di Tanah Papua
Gereja Baptis di tanah Papua dirintis dan dipelopori oleh Australian Baptist Misionary Society (ABMS) sekarang menjadi Global Inter Action (GIA). Pada tanggal 25 Oktober 1956 ABMS mengutus 3 (tiga) tenaga Missionary ke daerah pedalaman Papua yang disebut daerah “Lembah Balim”. Masing-masig terdiri dari Pdt. Norman Draper, Hein Noordyk dan Ian Gruber bersama dengan Myron Bromley seorang ahli Bahasa dari Missi CAMA.Mereka tiba di pos Tiom, kini Distrik Tiom Kabupaten Jayawijaya (Wamena), Papua. Walaupun medan yang sangat sulit dan berat tetapi dalam kurung waktu hanya 10 (sepuluh) tahun para Missionary bekerja keras untuk merintis dan membuka pos-pos pelayanan dan masing-masing pos dilengkapi dengan Lapangan terbag sabagai sarana transportasi tewat udara dengan wadah “Gereja Baptis Lembah Balim” (GBLB) hanya menjangkau jiwa-jiwa/orang-orang pribumi di daerah setempat.
Dalam wadah Gereja Baptis Lembah Balim, Missionary juga bekerja keras untuk mendidik dan mempersiapkan orang-orang pribumi yang disebut “suku Lani” untuk klak menjadi pemimpin di negerinya sendiri. Sementara itu Gereja-gereja Baptis berkembang di daerah Pedalaman Papua dengan cepat. Setelah 10 tahun kemudian, tepat pada tanggal 14 Desember 1966 terjadilah Kongres Pertama kali di pos Makki kini Distrik Makki, dengan perubahan nama wadah/organisasi dari Gereja Baptis Lembah Balim dirobah menjadi Gereja Baptis Irian Jaya (GBIJ). Dalam kesempatan itu terjadilah suatu peralihan wewenang/Kepemimpinan dari Missionary kepada orang-orang pribumi/orang Lani.
Periode terus berganti, perkembangan Gereja terus terjadi akhirnya pada suatu Kongres yang disebut Kongres ke IV terjadi perubahan lagi nama organisasi dari Gereja Baptis Irian Jaya (GBIJ) menjadi “Persekutuan Gereja-gereja Baptis Irian Jaya (PGBIJ), setelah itu kemudian pada tahun 1976 secara legalitas Hukum telah terdaftar pada Departemen Agama RI dengan Nomor : E/KET/352/1516/76. Sampai saat ini Gereja Baptis terus berkembang dan menjangkau di seluruh pelosok tanah Papua, sementara itu pada tahun 1988 salah satu cabang PGBIJ berdiri di tanah Jawa yang berkedudukan di Bandung yaitu “Gereja Baptis Siloam Bandung”.
PGBIJ juga membangun jaringan kerja dengan Luar dan dalam negeri, antara lain: Baptist World Alliance (BWA), Asian Baptist Federation (ABF), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lambaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Baptis Indonesia (PBI). Akhirnya Gereja Baptis juga ikut memainkan peran dalam berbagai dimensi hidup perkembangan dan perubahan, yaitu sesuai Undang-Undang no. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua sekalian dengan perubahan nama Papua dari Irian Jaya maka organisasi Gereja turut mengalami perubahan, dari Persekutuan Gereja-gereja Baptis Irian Jaya menjadi “Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGBP).
Secara legalitas telah mendaftarkan ulang pada Bimas Kristen Departemen Agama RI dengan No. DJ II/Kep/HK.00.5/152/4543/2003 di Jakarta pada tanggal 3 November 2003.
Demikian sekilas sejarah dan perkembangan Gereja Babtis di Tanah Papua.
Jayapura, 02 September 2008
Teriring salam dan doa
Badan Pelayan Pusat
Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua
Socratez Sofyan Yoman, MA
Ketua Umum